![]() |
| from apod-id.com |
Rasulullah menyebutkan kalimat a’bad an-nas yang
berarti orang yang paling menghamba, berasal dari kata ‘ibadah. Makna
ibadah sendiri secara umum menurut para ulama adalah semua ucapan dan perilaku
lahir batin manusia yang dicintai oleh Allah. Artinya, ketika seseorang
menjauhi larangan Allah, saat itulah dia sedang dalam level sebagai orang yang
paling menghamba, atau dengan kata lain sedang berada pada amalan ibadah yang
paling tinggi derajatnya. Dan itu berarti, menjauhi larangan Allah adalah
amalan yang paling dicintai oleh Allah dari pada amalan ibadah yang lain.
Rasulullah juga menjelaskan dalam hadis yang lain bahwa derajat ini sama dengan
derajat Nabi Dawud a.s. karena amalan puasanya (puasa dawud).
Tentu ada alasannya mengapa menjauhi larangan Allah (maksiat)
lebih tinggi derajatnya dari pada amalan-amalan ibadah yang lain. Pertama, karena
orang yang melakukan amalan ibadah seperti shalat, puasa dan lainnya belum
tentu terhindar dari perbuatan maksiat. Contohnya, ada orang mampu melaksanakan
ibadah haji tapi juga masih berani korupsi dan mencela saudara sendiri.
Kedua, perbuatan maksiat dapat merusak pahala dan faedah
amalan ibadah. Meskipun setiap amalan ibadah memiliki faedah dan nilai pahala,
akan tetapi faedah dan pahala tersebut bisa hilang karena terganggu oleh maksiat.
Banyak perbuatan tak terpuji yang dapat merusak faedah dan pahala ibadah, seperti
menyekutukan Allah, zalim atau mencaci seorang muslim.
Ketiga, melakukan maksiat bisa terjadi dalam amalan
ibadah dan hal ini juga bisa merusak ibadah itu sendiri atau menghilangkan
nilainya. Riya’ (pamer) ketika shalat, sedekah, puasa atau haji juga
sering kali terjadi. Mengemban amanat juga salah satu bentuk ibadah,
tetapi menyalahgunakan amanat itu sendiri juga sering terjadi saat
menjalankannya.
Tapi bukan berarti amalan ibadah lain menjadi tidak penting.
Justru, ketika kita menjauhi larangan Allah swt. saat itu juga kita sedang
menjalankan perintahNya, yaitu perintah menjalankan kewajiban-kewajiban dan
perintah menjauhi larangan-laranganNya. Semoga Allah memudahkan kita semua. Wallahu
a’lam.

0 comments:
Post a Comment