Level Hamba Tertinggi Disisi Allah

Posted On // Leave a Comment

level hamba tertinggi disisi allah
from apod-id.com
Dalam Musnad Ahmad ibn Hanbal disebutkan suatu ketika Rasulullah saw. memberi lima rumus perilaku kepada Abu Hurairah dan para Sahabat lain, salah satu dan yang pertama dari lima rumus tersebut berbunyi “ittaqi al-maarim takun a’bad an-nas”. Artinya, jauhilah larangan-larangan Allah maka engkau menjadi orang yang paling menghamba. Hadis ini juga disebutkan dalam Sunan ibn Majjah dan At-Tirmidzi.
Rasulullah menyebutkan kalimat a’bad an-nas yang berarti orang yang paling menghamba, berasal dari kata ‘ibadah. Makna ibadah sendiri secara umum menurut para ulama adalah semua ucapan dan perilaku lahir batin manusia yang dicintai oleh Allah. Artinya, ketika seseorang menjauhi larangan Allah, saat itulah dia sedang dalam level sebagai orang yang paling menghamba, atau dengan kata lain sedang berada pada amalan ibadah yang paling tinggi derajatnya. Dan itu berarti, menjauhi larangan Allah adalah amalan yang paling dicintai oleh Allah dari pada amalan ibadah yang lain. Rasulullah juga menjelaskan dalam hadis yang lain bahwa derajat ini sama dengan derajat Nabi Dawud a.s. karena amalan puasanya (puasa dawud).
Tentu ada alasannya mengapa menjauhi larangan Allah (maksiat) lebih tinggi derajatnya dari pada amalan-amalan ibadah yang lain. Pertama, karena orang yang melakukan amalan ibadah seperti shalat, puasa dan lainnya belum tentu terhindar dari perbuatan maksiat. Contohnya, ada orang mampu melaksanakan ibadah haji tapi juga masih berani korupsi dan mencela saudara sendiri.
Kedua, perbuatan maksiat dapat merusak pahala dan faedah amalan ibadah. Meskipun setiap amalan ibadah memiliki faedah dan nilai pahala, akan tetapi faedah dan pahala tersebut bisa hilang karena terganggu oleh maksiat. Banyak perbuatan tak terpuji yang dapat merusak faedah dan pahala ibadah, seperti menyekutukan Allah, zalim atau mencaci seorang muslim.
Ketiga, melakukan maksiat bisa terjadi dalam amalan ibadah dan hal ini juga bisa merusak ibadah itu sendiri atau menghilangkan nilainya. Riya’ (pamer) ketika shalat, sedekah, puasa atau haji juga sering kali terjadi. Mengemban amanat juga salah satu bentuk ibadah, tetapi menyalahgunakan amanat itu sendiri juga sering terjadi saat menjalankannya.
Tapi bukan berarti amalan ibadah lain menjadi tidak penting. Justru, ketika kita menjauhi larangan Allah swt. saat itu juga kita sedang menjalankan perintahNya, yaitu perintah menjalankan kewajiban-kewajiban dan perintah menjauhi larangan-laranganNya. Semoga Allah memudahkan kita semua. Wallahu a’lam.




0 comments:

Post a Comment