![]() |
| Scene transaksi kokain |
Beruntung juga
saya mendapatkan film Snitch ini. Lagi-lagi dengan tidak memperdulikan bagaimana file
film ini didapatkan, saya tetap enjoy menontonnya dengan tanpa rasa berdosa
sedikitpun (hehehe). Kata ‘snitch’ setelah saya dapati di kamus, bermakna
Indonesia ‘mengadu’ ‘komplain’. Setelah
saya tonton hingga selesai, ternyata saya tegaskan keberuntungan saya menonton
film semacam ini. Ini film yang menurut selera saya adalah film yang realistis.
Realistis itu
selalu bagus, menurut saya. Mengapa film ini bagus? Sebenarnya mengejutkan juga
Dwayne Johnson (pensuinan The Rock) yang menjadi lakonnya, mengingat aksi-aksi
dalam film ini tidak seperti dalam film-film superhero. Dwayne yang memerankan
John Matthews digambarkan sebagai manusia biasa, seorang ayah, seorang pemilik
perusahaan material. Dia hidup dalam lingkungan biasa seperti kita, yang
sehari-hari bekerja untuk mencari nafkah.
Tapi, dia
terpaksa harus menjalani sebuah alur cerita yang menarik dan hebat. Snitch
merupakan kata yang mewakili apa yang dia lakukan dalam alur cerita tersebut.
Dia terpaksa harus “mengadu”, entah mengadu nasib atau mengadu kepada sebuah
ketidakadilan. Pengaduan yang dilakukannya semata-mata karena kepeduliannya
terhadap orang-orang yang dicintainya.
Alur Singkat
Seorang anak muda
bernama Jason Collins berusia sekitar 20 tahun dirayu teman akrabnya via vedio
chat untuk menerima paket barisi pil narkoba. Si teman merayu agar Jason
sesekali mencoba pil tersebut., padahal Jason menolak. Tapi keburu Ibu Jason
Sylvie Collins datang dan komunikasi pun ditutup. Sang ibu pergi lagi setelah
mengangkat telepon. Dan secepat kilat paket pun datang. Mau tidak mau, Jason
harus menerimanya.
Saat dibuka
dikamar, betapa kagetnya dibawah bungkus pil tersebut terdapat sebuah radio
sinyal yang sudah dipasang polisi. Seketika Jason sadar, dia pun melarikan
melalui jendela kamar. Sekencang dia lari, polisi penyergap berpakaian preman
yang jumlahnya puluhan tetap bisa menangkapnya. Parahnya lagi, Jason divonis
hukuman 10 tahun. Kepada ibu Jason dan ayahnya (John Matthews), sang pengacara
menjelaskan bahwa Jason dikenakan hukuman minimum karena praktek pengiriman pil
narkoba. Apa yang dialami Jason itu adalah sebuah program mandat pemerintah
federal untuk “menelusuri” trafiking narkoba dari satu pengedar ke pengedar
lain, bertujuan agar sampai kepada pengedar pusat.
Sebenarnya, Jason
dikenai masa hukuman lebih dari 10 tahun, tetapi oleh kepolisian dia diminta
persetujuannya untuk membantu pemerintah membeberkan link pengedar lainnya.
Karena persetujuannya itu maka Jason hanya dikenai 10 tahun dan tidak bisa
kurang. Celakanya, Jason hanya mengenal sahabat yang mengirim paket tersebut,
dia tidak tahu pengedar lainnya. Persaan hancur benar-benar dirasakan oleh
keluarga yang telah pisah tersebut. Ya, John sudah bercerai dengan Sylvie tapi
hak asuh Jason dimenangkan oleh sang ibu. John kini sudah berkeluarga lagi dan
memiliki satu anak perempuan yang masih kecil.
Meskipun
demikian, John tidak bisa membiarkan musibah ini begitu saja. Berbagai cara
dipikirkan untuk membebaskan kasus Jason yang benar-benar tidak masuk akal ini.
Bermula dari nekatnya John menemui Pemimpin Kejaksaan pemerintah pusat, Joanne
Keeghan, Agent Cooper (tim buru sergap), Daniel James (mantan pengedar yang
tobat dan menjadi karyawan John), semua usaha John untuk membongkar gembong
narkoba - yang dipimpin oleh Juan Carlos
Pintera, seorang eks militer Meksiko – dilakukan. Hingga akhirnya Jason bebas
seketika itu juga.
Sebuah Kenyataan
Produk hukum yang
bernama federal mandatory minimum sentencing laws diproduksi oleh Komisi
Hukuman AS berdasarkan Undang-undang Reformasi Hukuman tahun 1984. Dalam film
Snitch produk hukum ini diterapkan dalam kasus pengedaran narkoba. Hanya saja,
penerapannya dimodifikasi menjadi seperti dalam kasus Jason. Jika diamati, memang
hukuman untuk Jason sangat merugikan pihak Jason sendiri. Mengingat secara
bukti, Jason melakukan transaksi hanya sekali saja. Itupun dia hanya sebagai
penerima (seolah-olah konsumer) bukan pengedar. Hukuman 10 tahun penjara
sendiri di Indonesia diterapkan sebagai hukuman maksimal untuk orang yang
membawa, mengangkut, mengirim atau mentransaksikan narkoba dengna berat lebih
dari 5 gram.
Dan ketika John
komplain kepada Joanne tentang kegilaan ini, dan Joanne tidak bisa dan tidak
mau mengurangi hukuman Jason, John menjadi sangat kesal. Dalam permainan ini,
pemerintah memang sengaja ingin melibatkan rakyat sipil, meskipun disisi lain
bertujuan untuk menakuti mereka agar tidak coba main-main dengan narkoba.
Secara ideal, produk hukum ini sangat protektif dan sangat membuat jera.
Akan tetapi,
Snitch menggambarkan bahwa produk hukum ini tidak sebanding dengan kinerja
kepolisian. Ketika Jason – misalnya – dipenjara selama itu, belum tentu
pengedaran narkoba akan segera terhenti, karena gembong pusatnya masih eksis.
Ini menunjukkan, betapa pihak kepolisian hanya menunggu, dan enggan melakukan
inisiatif sendiri.
Demi putranya
itu, John pun nekat masuk dalam permainan gembong narkoba yang berbahaya itu.
Dia rela menjadi informan, dengan penyamaran. Resikonya adalah keluarganya
sendiri. Dan resiko itu pun dia jumpai ketika gembong mengetahui bahwa John
sebenarnya sedang mencari informasi ketua gembongnya. Tapi, John bersikap sabar
dan mampu menahan diri karena ketika gembong sudah mengetahui siapa istri dan
anaknya, itu menandakan John hampir saja gagal.
Kepedulian yang
ambigu?
Kepedulian John
kepada keluarganya itu sangat besar. Didepan Jason, dia menyesal karena
meninggalkannya dan ibunya, demi membangun keluarga baru. Dia menyesal telah
menelantarkan putranya itu di masa kecil, dan hanya fokus terhadap pekerjaan,
siang dan malam tanpa henti. Dan ketika Jason tertimpa kasus berat, John hanya
menyesal. Tapi kasus tersebut justru menumbuhkan ‘keayahan’ John sehingga dia
mampu membayar sedikit dari penyesalannya.
Disisi lain,
sebenarnya pemerintah peduli kepada rakyatnya. Tetapi kenyataannya, hingga
akhir cerita, John lah yang berhasil mengungkap pemimpin gembong tersebut.
Meski sampai berdarah-darah dan terluka. Dia rela menjadi umpan, dan kepolisian
hanya bertugas menarik kailnya? Anda bisa bayangkan, betapa sakitnya menjadi
umpan. Sementara pengail hanya menarik saja, jika tidak dapat, lukanya hanya
sebatas rasa kecewa.
Itu karena pihak
pemerintah tidak memiliki jiwa seorang pribadi, seperti John memiliki jiwa
kepribadiannya sendiri sebagai seorang ayah. Individu-individu yang duduk
dikursi pemerintahan masih memiliki jiwa kepribadian mereka sendiri-sendiri,
sehingga mereka hanya merasa sebagai pejabat, hakim, jaksa yang fokus pada
fungsi formalitas saja. Mereka enggan berperan lebih dari itu. Padahal setiap
hukum ada sisi tekstualitas dan kontekstulitas. Jika hukum menghukum Jason
sedemikian berat sesuai teks, mestinya hukum juga memahami bahwa Jason bukan
pengedar dan pemakai. Hukum juga bekerja secara kontekstual untuk membereskan
pengedar sebenarnya. Dan kenyataannya Jason hanya dijebak oleh hukum itu
sendiri.
Akhirnya…
Film Snitch
terasa dekat sekali dengan realitas, kehidupan sehari-hari. Disana, John
mencontohkan sebuah usaha yang sebenarnya dalam menyelesaikan masalah yang
menimpa. Kausalitas materialistik (akibat yang terjadi oleh sebab yang tampak)
dalam aksi-aksi John sangat penuh, sehingga kesuksesan John ini hamper tidak
ada faktor kebetulan atau keajaibannya. Selagi bisa, berusahalah..!

0 comments:
Post a Comment